Senin, 14 Juni 2010

Jawa Pos (Radar Bojonegoro), Suara Merdeka Cyber News

Minggu, 13 Juni 2010.
Tunggu Kabar dari MK
BLORA - KPUK Blora menjadwalkan 16 Juni nanti sebagai tanggal penetapan calon terpilih hasil pilkada 3 Juni lalu. Hingga kini, lembaga penyelenggara pemilu itu masih menunggu apakah ada gugatan atau tidak di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sesuai aturan, gugatan paling lambat masuk tiga hari setelah penetapan hasil penghitungan atau penetapan peraih suara terbanyak. Jika penetapan peraih suara terbanyak dilakukan pada 11 Juni lalu, maka batas akhir melaporkan gugatan 15 Juni nanti. Sebab, kemarin dan hari ini tidak dihitung sebagai hari efektif kerja. ''Jika pada 15 Juni nanti tidak ada gugatan, kita tetapkan calon terpilih pada 16 Juni nanti sesuai jadwalnya,'' tutur Achmad Zakki, divisi hukum KPUK Blora.


Dia mengaku sudah mendatangi MK bersama Sudarwanto, divisi kampanye untuk meminta penjelasan terkait masalah gugatan. Jika ada gugatan, maka jadwal penetapan calon terpilih yang sudah disusun bisa batal. ''Saya sudah datang ke MK untuk memastikan saja apakah ada gugatan atau tidak,'' katanya.


KPUK meminta MK menyatakan secara tertulis apabila tidak ada gugatan. Pernyataan tertulis itu sebagai bukti bahwa penetapan yang dilakukan KPUK atas peraih suara terbanyak bisa diterima berbagai pihak dan tidak menimbulkan protes. ''Pernyataan tertulis itu yang menjadi dasar kami. Saat ini kami masih menunggu pemberitahuan itu,'' tambah Zakki.


MK, kata dia, bakal memberikan jawaban pada Selasa lusa. Anggota KPUK termuda ini mengaku akan berangkat lagi ke Jakarta besok. ''Jika disengketakan kita siap. Semua data sudah kami kumpulkan. Sekarang sudah 80 persen data yang kita kumpulkan dari semua TPS,'' tuturnya.
(ono/yan)

Sumber : (ono/yan), "Tunggu Kabar dari MK", Jawa Pos (Radar Bojonegoro), Minggu 13 Juni 2010, http://www2.jawapos.co.id/radar/index.php?act=showpage&rkat=7, (Senin, 14 Juni 2010).

=======

10 Juni 2010 | 15:55 wib | Pilkada

Bupati Blora Singgung Soal Kekalahannya

Blora, CyberNews. Untuk kali pertama sejak pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Blora, Kamis (3/6), Bupati RM Yudhi Sancoyo menghadiri acara resmi pemkab di pendopo rumah dinasnya, Kamis (10/6). Dalam kesempatan itu, ia sempat menyinggung soal kekalahannya dalam Pilkada.

"Ada banyak faktor mengapa incumbent kalah. Saya prihatin adanya pihak luar yang mengintervensi Blora. Dan itu dilakukan cukup vulgar. Tapi saya berbesar hati. Semuanya terjadi atas kehendak Tuhan," tandasnya.

Kepada para pimpinan SKPD bupati berpesan untuk tetap melaksanakan tugas dengan baik. Dia menyampaikan terimakasihnya karena para pimpinan SKPD melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Bambang Sulistya telah berkomitmen loyal menjalankan tugas.

"Jangan sampai terjadi polarisasi di kalangan pimpinan SKPD," ujarnya.

Sebelumnya dalam sambutan, Sekda Bambang Sulistya menegaskan loyalitasnya kepada pemimpin dan dalam menjalankan tugas. Menurut Bambang masih banyak pekerjaan yang menanti di depan mata setelah pelaksanaan Pilkada.

Kegiatan bertajuk silaturahmi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dengan bupati tersebut dihadiri seluruh pimpinan SKPD dan para camat.

Kehadiran bupati di acara tersebut sekaligus menjawab isu yang beredar yang menyatakan bupati sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit di Semarang setelah kalah dalam Pilkada.

"Sungguh saya tidak habis pikir. Siapa yang menyebarkan isu bahwa saya sakit. Saya dalam keadaan sehat. Setelah Pilkada saya ke Jakarta untuk menerima penghargaan Adipura. Sangat tidak manusiawi isu tersebut," ujar bupati dalam sambutannya.

(Abdul Muis/CN16).

Sumber : (Abdul Muis/CN16), "Bupati Blora Singgung Soal Kekalahannya", Suara Merdeka Cyber News, Kamis 10 Juni 2010, http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/06/10/56613/Bupati-Blora-Singgung-Soal-Kekalahannya, (Senin, 14 Juni 2010).

=======