Jumat, 04 Juni 2010

Suara Merdeka Cyber News : Pilkada Blora

03 Juni 2010 | 13:09 wib | Pilkada

Pilkada Blora
Mereka Memilih dengan Hati
image

Blora, CyberNews. Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Blora 2010 ini, adakah pemilih yang menyalurkan hak suaranya tanpa pengaruh money politic, tanpa paksaan, dan tanpa serangan fajar?

Jawabnya: Ada! Salah satunya adalah penghuni rutan. Kalau sebagian warga umumnya selalu membicarakan "berapa amplop dari calon ini" dan "berapa dari calon itu" menjelang pemilukada, maka tidak bagi para penghuni rutan itu. Mereka hanya tahun nama calon, lalu memilih sesuai dengan hati nurani mereka.

Bambang Budianto, para penghuni rutan memilih calon kepala daerah tahun ini, murni sesuai keinginan hati masing-masing. "Tidak ada paksaan ataupun serangan fajar," ucapnya yang akrab disapa In Londo.

Hal tersebut dibenarkan Amir, salah seorang penghuni rutan yang lain. Dikatakannya, semua pemilih yang terdaftar di rutan Blora, semua menggunakan hak pilihnya. "Semua yang terdaftar, memilih. Hanya sedikit yang tidak ikut memilih, itupun mereka yang tidak terdaftar," imbuhnya.

Kepala Rutan Blora Hardi Widioso SH MSi, mengemukakan, tahanan rutan Blora yang memiliki hak suara, semuanya ikut memilih. "Dari 162 penghuni, 117 terdaftar memiliki hak suara. Lima diantaranya perempuan," ujarnya.

Proses pemungutan suara di rutan, barangkali menjadi salah satu yang paling lancar dan tertib di semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada. Dimulai pukul 07.00 WIB sesuai ketentuan yang berlangsung, dan selesai pada 09.48 WIB.

Wasto, salah satu anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), mengatakan, di TPS khusus rutan Blora disediakan dua bilik pemilihan bagi 117 pemilih. "Untuk petugas ada tujuh petugas, terdiri dari dua petugas KPPS, tiga pegawai rutan yang ikut menjadi petugas dan dua Linmas," katanya.

( Rosidi /CN14 )

Sumber : (Rosidi/CN14), "Pilkada Blora - Mereka Memilih dengan Hati", Suara Merdeka CyberNews, Kamis 3 Juni 2010, http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/06/03/56059/Mereka-Memilih-dengan-Hati, (Jum'at, 4 Juni 2010).

=======

03 Juni 2010 | 21:18 wib | Pilkada

Pilkada Blora

Pasangan Kolbu Unggul Sementara

Blora, CyberNews. Pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Blora, Djoko Nugroho-Abu Nafi (Kolbu) untuk sementara mengungguli pasangan calon lainnya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Kamis (3/6). Itu didasarkan pada hasil penghitungan cepat sementara yang dilakukan Panitia Pengawas (Panwas) dan tim kampanye pasangan Kolbu.

Berdasarkan penghitungan cepat internal Panwas hingga pukul 19.00, pasangan Kolbu yang diusung koalisi partai politik : PD, PKB, PPP, Hanura dan PPIB meraih 50,21 % suara.

Sedangkan pasangan calon incumbent RM Yudhi Sancoyo-Hestu Bagiyo Sunjoyo (Yes) mendapat 41,01 % dan pasangan HM Warsit- Lusiana Marianingsih (Wali) memperoleh 8,79 %.

Jumlah suara masuk dalam penghitungan Panwas tersebut baru mencapai 467.210 suara. Jumlah pemilih terdaftar dalam Pilkada berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 688.240 orang.

"Kami tegaskan penghitungan cepat itu baru sementara dan bersifat internal di kalangan Panwas. Kami persilahkan masyarakat menunggu hasil penghitungan resmi melalui rekapitulasi manual yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora," ujar Ketua Panwas Blora, Wahono.

Sementara berdasarkan penghitungan yang dilakukan tim kampanye pasangan Kolbu, perolehan suara pasangan calon nomor urut tiga tersebut mencapai sebanyak 50,8 %, pasangan Yes nomor urut satu memperoleh 40,7 % suara dan Wali nomor urut dua meraih 8,4 % suara.

"Kami optimis perolehan suara itu tidak akan berubah. Kalau pun berubah, tidak cukup signifikan," tandas Gatot Pranoto, juru bicara tim kampanye pasangan Kolbu.

Juru bicara tim kampanye Yes, Indardjo menyatakan pihaknya juga melakukan penghitungan cepat berdasarkan laporan saksi saksi yang bertugas di lapangan. Hanya dia mengemukakan penghitungan tersebut belum final. Dia pun mempersilahkan masyarakat menunggu penghitungan resmi berupa rekapitulasi manual yang dilakukan KPU.

"Kalau ada lembaga ataupun kelompok masyarakat yang melakukan penghitungan cepat, silahkan saja. Namun kami tegaskan hasil Pilkada secara resmi mengacu pada rekapitulasi manual KPU," ujar Ketua KPU Blora, Moesafa.

Berdasarkan jadwal KPU, rekapitulasi manual di tingkat kabupaten akan dilakukan 9-11 Juni. KPU Blora tidak melakukan penghitungan cepat karena beralasan tidak ada aturan hukum yang memerintahkan dilakukan penghitungan tersebut.

( Abdul Muis /CN13 )

Sumber : (Abdul Muis/CN13), "Pilkada Blora - Pasangan Kolbu Unggul Sementara", Suara Merdeka CyberNews, Kamis 3 Juni 2010, http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/06/03/56104/Pasangan-Kolbu-Unggul-Sementara, (Jum'at, 4 Juni 2010).

=======



Tidak ada komentar:

Posting Komentar