Kamis, 24 September 2009

Wawasan - KOPLAKAN DISERBU PEMBELI

KORAN SORE
WAWASAN

Thursday, 24 September 2009

Pusat kuliner Koplaan diserbu pembeli

BLORA - Selama musim Lebaran ini pusat kuliner Koplaan Blora, pusat makanan yang menyajikan menu masakan khas Blora berupa sate ayam, sate kambing, sate sapi, soto kletuk dan lontong tahu, setiap hari selalu dijubeli oleh pembeli yang berasal dari luar kota Blora. Hal itu terlihat dari beberapa plat mobil yang parkir didominasi oleh plat B, D, E hingga plat Sumatera.

Terlebih lokasi Koplaan juga sangat strategis, karena berada di pusat kota Blora. Dengan letak berdekatan dengan pasar dan alun-alun memudahkan para pemudik atau pembeli yang berasal dari luar kota untuk membeli makanan khas daerah ini.

Sri Lestari (43), penjual lontong tahu di pusat kuliner Koplaan mengatakan, selama Lebaran semua kios yang ada selalu ramai dikunjungi oleh warga pendatang dari luar kota. Bahkan sebelum Lebaran pembeli sudah banyak, terlebih saat setelah Lebaran.

”Paling ramai hari kedua Lebaran. Mulai pagi sampai malam hari, pembeli tidak pernah putus, baik yang mau makan lontong, soto, ataupun sate. Jadinya kami semua pedagang di sini dikatakan mrema mas,” kata Sri Lesatari yang sudah puluhan tahun jualan lontong di Koplaan kepada Wawasan, Rabu (23/9).

Menurutnya, dari lontong tahu yang dijajakan selama Lebaran laku sekitar 200 lontong dan tahu sekitar dua ember. Sementara saat hari-hari biasa hanya menghabiskan antara 20-50 lontong. Khusus harga, semua penjual sepakat menaikkan harga antara Rp 1.000 sampai Rp 2.000 selama Lebaran. Setelah itu harga kembali normal seperti biasa.

”Rata-rata penjulannya naik, saat hari biasa habis 20-50 lontong, sekarang sekitar 200 lontong, hari biasa untuk lontong telur setiap porsinya Rp 7.000 menjadi Rp 8.000, sate dan soto juga demikian, rata-rata pembeli juga sudah tahu,” ujarnya dengan senyum puas.

Menurun
Jika dibandingkan dengan tahun lalu, lanjut Bu Sri Lestari, pembeli pada Lebaran tahun ini jumlahnya menurun dibandingkan tahun lalu. Namun begitu dirinya dan pedagang lain tetap merasa senang, karena masih bisa laku banyak.

Dari pantuan Wawasan, harga memang naik, semisal sate ayam dari Rp 9.000 menjadi Rp 11.000, Sate Kambing Rp 16.000 menjadi Rp 18.000, Sate sapi dari Rp 13.000 menjadi Rp 15.000 dan soto klethuk dari Rp 6.000 menjadi Rp 7.000. Keunikan lainnya bila makan di situ, pembeli bisa bebas memesan masakan apa saja tanpa harus duduk di kios tersebut.

Seperti beberapa pembeli yang kebanyakan satu keluarga, meski mereka duduk di kios soto, namun menunya ada sate ayam, kambing, lonthong. K.9-ip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar