Kamis, 07 Januari 2010

Radar Bojonegoro - PUTING BELIUNG LANDA BLORA


[ Kamis, 07 Januari 2010 ]

Puting Beliung Tumbangkan Ribuan Pohon Jati 
Jalur Blora-Cepu Ditutup


BLORA - Hujan deras disertai angin kencang membuat ribuan pohon jati di hutan sepanjang jalan Jepon-Cepu tumbang sejak Selasa (5/1) lalu sekitar pukul 18.00. Ratusan pohon di antaranya tumbang menutup jalan di jalur Blora-Cepu. Akibatnya, kendaraan tak bisa lewat mulai KM 16-21 jalur tersebut.


Sampai berita ini ditulis kemarin siang, jalur itu belum dibuka. Hanya kendaraan roda dua yang diperbolehkan masuk. Atau, mobil dan truk petugas yang diizinkan mendekat ke lokasi.


Informasi yang diperoleh wartawan koran ini di lokasi menyebutkan, sejak pukul 17.00 hujan disertai angin kencang sudah menerjang hutan yang masuk KPH Perhutani Cepu tersebut.


Suara bergemuruh terus terdengar di sepanjang sore itu. Mendekati pukul 18.00, hujan semakin deras dan angin bergulung-gulung datang mengempaskan ribuan pohon jati di hutan tersebut. Akibatnya, ratusan pohon yang berada di pinggir jalan masuk Desa Ngawenan, Kecamatan Sambong tumbang dan menutup jalur transportasi darat jurusan Blora-Cepu tersebut.


Puluhan mobil sempat terjebak di tengah hutan ketika peristiwa itu terjadi. Pohon yang tumbang juga menyambar tiang listrik dan telepon di sepanjang jalan itu. Kabel listrik dan telepon pun berserakan di pinggir jalan.


Polisi kemudian mengalihkan jalur dari Blora ke Cepu melalui Desa Bleboh, Kecamatan Jiken dari pos Cabak. Petugas juga berjaga di lokasi itu. Antrean panjang kendaraan dan kemacetan terlihat di Pos Cabak, Desa Cabak, Kecamatan Jiken sepanjang sekitar dua kilometer. Bagi kendaraan yang belum terjebak macet, mengambil rute memutar apabila ingin ke Cepu. ''Saya memutar lewat Bleboh, tapi juga macet,'' ujar Immanuel, warga Cepu yang terjebak kemacetan di hutan Bleboh, Selasa malam lalu.


Sementara itu, dari arah Cepu ke Blora, kendaraan tertahan di pertigaan Pasar Sore. Truk pengangkut pasir dan barang dari Cepu tak bisa bergerak karena rapatnya antrean. Hingga kemarin siang, puluhan truk masih belum bergerak dari tempatnya semula. Para awak truk dan penumpang kendaraan yang terjebak macet terpaksa menginap di tengah hutan tersebut.


Rata-rata kendaraan pribadi dan kendaraan bermuatan ringan lainnya mulai bisa bergerak sekitar pukul 04.00 kemarin. Itu pun, setelah aparat Perhutani dibantu anggota Polres Blora, Kodim 0721 dan Yonif 410 Alugoro bergotong royong menyingkirkan kayu-kayu yang melintang di tengah jalan. Sebelum disingkirkan, kayu-kayu itu dipotong-potong.


Kemarin siang, di sepanjang pinggir jalan masih berserakan kayu-kayu yang sudah dipotong maupun jati utuh. ''Kami masih akan menutup jalan ini sampai semua kayu di disingkirkan. Sementara buka separo jalan untuk kendaraan kecil. Bus dan kendaraan berat belum bisa,'' ujar Iptu Sudarno, Kaurbinops Satlantas Polres Blora saat ditemui di lokasi kemarin pagi.


Administratur (Adm) Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu Imam Fuji Raharjo menjelaskan, ada ribuan pohon jati dan pohon produktif lainnya yang roboh. Sampai kemarin, pihaknya masih mendata pohon-pohon yang roboh itu. Khusus pohon yang roboh dan menutup jalan Blora-Cepu, kata dia mencapai 400 pohon lebih. "Anggota polisi dan TNI membantu membersihkan batangan pohon, bahkan pagi tadi saya, Pak Kapolres dan Pak Dandim baru pulang dari lokasi," jelasnya.


Menurut dia, pohon jati dan pohon produktif yang melintang di tengah jalan bisa teratasi bertahap dengan dipotong dan diangkut ke lokasi tempat penimbunan kayu (TPK) Perhutani terdekat.


Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Adi Purwanto kemarin juga meninjau lokasi. Dia mengatakan, pihaknya menemukan 15 titik penerangan jalan umum (PJU) milik pemkab di sepanjang jalan itu yang ambruk. ''Berapa juta itu Mas,'' katanya.


Jumlah itu belum termasuk tiang-tiang listrik milik PLN. Karena itu, sejak Selasa malam hingga beberapa hari ke depan dipastikan jalan sepanjang Cepu-Blora utamanya di kawasna hutan tersebut gelap gulita. Selain petugas dari Distamben, kemarin petugas dari PLN dan Telkom juga sibuk mengamankan asetnya masing-masing. Mereka menyingkirkan kabel listrik dan telepon yang berserakan di tengah jalan. (ono)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar