Tampilkan postingan dengan label JUMAT 26 JUNI 2009 - upload Roes - SR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JUMAT 26 JUNI 2009 - upload Roes - SR. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juni 2009

Lintas Muria - CENTANG SATU KALI


Lintas Muria
26 Juni 2009
Cukup Centang Satu Kali
BLORA - Surat suara pemilu presiden (pilpres) dianggap sah jika telah ditandatangani Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Selain itu, bentuk pemberian tanda adalah dengan centang atau sebutan lain. Centang itu pun hanya satu kali. Yakni pada nomor urut atau foto atau nama salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden pada kolom yang tersedia. 

Penekanan centang cukup satu kali tersebut disampaikan anggota KPU Blora, Siti Ruhayatin, dalam sosialisasi pilpres di gedung DPRD, kemarin (25/6). Sosialisasi diikuti para kepala desa (kades), kepala urusan (kaur), pejabat Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dan Muspida serta dinas dan instansi. 

“Sudut tanda centang pada nomor urut atau foto atau nama salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden melewati garis kolom tetap dinyatakan sah,” ujarnya. 

Untuk memberikan gambaran sah tidaknya centang tersebut, Siti Ruhayatin menunjukkan contoh surat suara pilpres, meski dalam buku panduan sosialisasi materi itu telah ada. 

Dalam sosialisasi tersebut, KPU Blora juga memaparkan larangan dalam kampanye. Itu dilakukan karena peserta sosiasilasi adalah para PNS, anggota TNI dan Polri serta kades. Menurutnya, larangan dalam kampanye antara lain menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

Kampanye dilarang mengikutsertakan antara lain PNS, anggota TNI/Polri, kepala desa dan perangkat desa. “Panwas Pemilu akan mengawasi siapa saja peserta kampanye. Kalau larangan kampanye dilanggar, tentu ada sanksinya,” tandasnya. 

Selain tata cara pemungutan suara dan kampanye, dalam sosialisasi tersebut KPU juga membagikan visi dan misi serta program calon presiden-wakil presiden kepada para peserta. Visi dan misi dalam bentuk buku itu pun menjadi bahan pembicaraan dan diskusi menarik bagi sejumlah peserta saat sosialisasi. (H18-71)



Warga Lokal Sudah Dipekerjakan 

BLORA - Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Blora merespons keinginan Forum Pekerja Tambang Minyak dan Gas yang meminta anggotanya dipekerjakan di proyek perminyakan. Kemarin, Distamben mengundang perwakilan Mobil Cepu Limited (MCL), anak perusahaan ExxonMobil, untuk memberikan penjelasan tentang kegiatan seismic yang dilaksanakan di 141 desa di 12 kecamatan di Blora. 

Pertemuan yang berlangsung di ruang Kepala Distamben Adi Purwanto itu rencananya juga akan diikuti perusahaan subkontraktor yang melaksanakan seismic. Namun karena mendadak dan pada saat yang bersamaan perwakilan subkontraktor itu menjalankan tugas di lapangan, mereka tidak bisa hadir.

“Kami menjadi fasilitator. Beberapa hari mendatang kami juga akan meminta penjelasan dari subkontraktor yang melakukan pengeboran minyak di Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban,” ujar Adi Purwanto kepada para wartawan yang juga mengikuti pertemuan tersebut. 

Seismic atau melihat keadaan struktur geologi di bawah permukaan bumi untuk mencari kandungan minyak oleh MCL dilaksanakan subkontraktor PT Saripati. Adapun pengeboran minyak di Wado merupakan Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Pertamina yang pelaksanaannya dilakukan subkontraktor PT Bina Karindo. (H18-71) 


Harian Sore - TAMBAH KORBAN


Masih ada korban lain 
Jumat, 26 Juni 2009 

Wanita nikahi wanita
Masih ada korban lain


BLORA - Kasus Martini alias Agustin atau Rega begitu menyita perhatian masyarakat. Setelah kemarin dipindahkan dari tahanan Polsek Tunjungan ke Tahanan Polres Blora, Martini yang terlibat penipuan dengan mengaku laki-laki dititipkan di rumah tahanan (rutan) Blora.

’’Sementara Martini akan kami titipkan dulu di rutan Blora,” kata Kapolres Blora AKBP R Umar Faroq, melalui Kasat Reskrim Pri Haryadi.

Isu yang berkembang di masyarakat bahwa selain Dahlia (17) nama samaran, ada korban lagi seorang wanita, yang mengaku menjadi korban penipuan oleh Martini alis Agustin atau Rega. Dari informasi yang diperoleh wanita tersebut bekerja di salah satu pabrik yang ada di Blora. 

Ketika Wawasan bertemu dengan wanita yang engan disebutkan identitasnya itu, dia awalnya mengaku penasaran, tentang berita perempuan yang mengaku laki-laki. ’’Setelah lihat di foto teryata sama dengan orang yang pernah dia kenal dan menipunya karena mengaku laki-laki,” katanya, Kamis (25/6). 

Menurut wanita yang tinggal di Kecamatan Jepon ini, awal perkenalannya dengan Martini mirip dengan Dahlia. Berawal dari telepon salah sambung dan akhirnya selalu berhubungan. ’’Pertama kali bertemu Maret 2008. Saat itu janjian di Waduk Tempuran, saya tidak curiga apa-apa,” jelasnya.

Akhirnya, dari pertemuan itulah kemudian Martini diajak ke rumahnya. Menurut dia, hanya ibunya yang curiga kemudian mencari orang ’pintar’.  

"Setelah itu tidak pernah ketemu, terus mendengar kabarnya lagi dari koran," akunya. Namun dia enggan melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian.

Ketika dikonfirmasi tentang adanya informasi tersebut, Kasat Reskrim AKP Pri Haryadi, mengaku belum mendengarnya. Namun pihak kepolisian akan terus mengembangkan kasus tersebut lebih jauh.

"Kasusnya akan dikembangkan, kalau memang ada yang melaporkan lagi selain korban, tentu akan ditindaklanjuti lebih jauh," ungkap Pri Haryadi.

Selain itu, lanjut dia, polisi juga mempertimbangkan privasi bagi keduanya, karena tentu akan mempengaruhi kondisi psikologisnya. "Terhadap pelaku, kami akan mengundang ahli agar bisa melakukan pemeriksaan terhadapnya," tambahnya.

Sementara itu, banyak warga yang kembali penasaran, mengapa kok sampai tidak ketahuan, kalau laki-laki tentu ada alat vitalnya? Begitu pertanyaan beberapa warga. Sehingga banyak yang penasaran ingin tahun bentuk alat vital yang dijadikan untuk menipu para wanita.

Seperti yang diberitakan, bahwa untuk mengelabui korban, Martini alias Agustin atau Rega membuat alat vital laki-laki dari kain bekas yang dibentuk sedemikian rupa mirip penis. Yang selalu dililitkan dibawah anggota badannya. Saat hendak melakukan hubungan seks, dia hanya bermodalkan jempol dan jarinya.

Untuk mengetahui secara pasti identitas Martini, Wawasan melakukan penelusuran di Kantor Catatan Sipil Blora. Dari data yang berhasil diperoleh bahwa tercatat bernama Martini, namun Nomor KTP-nya tidak ada.

Yang ada hanya Nomor Induk Kependudukan (NIK) 3316084107850027 yang lahir pada 1 Juli 1985. Tercantum dalam Kartu Kelurga (KK) atas nama Musaripno yang beralamatkan Desa Sumurboto 001/002, Kecamatan Jepon, Blora. Namanya teryata bukan Agustin yang selama ini dia akui. K.9-pu