Tampilkan postingan dengan label Selasa 15 September 2009 - upload - ton Diskominfo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Selasa 15 September 2009 - upload - ton Diskominfo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2009

Kompas - JEMBATAN REL BLORA DISAMBAR TRUK


Jembatan Rel di Blora Disambar Truk, Loko Wisata Tak Beroperasi

Sabtu, 12 September 2009 | 17:36 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Alb. Hendriyo Widi Ismanto

BLORA, KOMPAS.com - Jembatan rel lokomotif uap tua yang dikelola Kesatuan Pemangku Hutan atau KPH Cepu Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah ambrol, Sabtu (12/9) pukul 05.30. Kerusakan jembatan di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah karena ditabrak truk kontainer.

Akibatnya besi penopang rel, bantalan, dan rel sepanjang sekitar 10 meter terlepas dari beton penopang dan melengkung, sehingga tidak dapat digunakan lagi. Kerusakan serupa terjadi pada pada 14 Juni 2009 pukul 14.00. Waktu itu truk kontainer menabrak besi penopang rel yang dibuat tahun 1915 itu.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Blora Ajun Komisaris Yudhi Priantono melalui Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Inspektur Satu Agus Budiana mengatakan, jembatan itu ditabrak truk kontainer bernomor polisi B 9773 SU. Truk yang dikemudikan Sudarto itu milik PT Glorus Interbuana, Jakarta.

Kejadian bermula ketika truk melaju dari Blora menuju Cepu. Setibanya di Desa Sambongrejo, tepatnya di Jembatan Brosot, muatan truk yang terlalu tinggi menghantam besi penopang rel.

"Saat ini, kami telah menahan sopir dan truk tersebut di Cepu. Polisi akan memfasilitasi pertemuan antara pemilik truk dan KPH Cepu untuk menyelesaikan kasus itu," kata Agus.

Wakil Administratur KPH Cepu Dewanto mengatakan kerugian Perhutani akibat peristiwa itu sebesar Rp 60 juta. Kalau tidak segera diperbaiki atau diganti rugi, loko wisata terancam itu tidak dapat beroperasi lagi.

Ketika jembatan itu rusak pada Juni 2009, Perhutani terpaksa membatalkan sejumlah tur. Perhutani juga terpaksa mengganti dan membenahi kerusakan jembatan itu sendiri karena PT Mutiara Samudera Biru, perusahaan pemilik truk tidak mau bertanggung jawab.

"Kami menyerahkan persoalan itu ke polisi. Harapan kami, polisi mampu memfasilitasi agar perusahaan pemilik truk mau mengganti perbaikan jembatan itu," kata Dewanto.

Secara terpisah, Koordinator International Cepu Heritage Sisworo menyayangkan kejadian itu. Pasalnya, jembatan lokomotif tua itu baru saja diperbaiki sekitar dua minggu lalu.

"Saya berharap perusahaan pemilik truk mengganti perbaikan jembatan itu. Kalau tidak, hal itu sama saja dengan merusak benda cagar budaya, sehingga dapat terkena pidana Undang-undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya," kata Sisworo.

Wawasan - PASAR MURAH BLORA DISERBU WARGA

Monday, 14 September 2009

Pasar murah Pemkab Blora diserbu warga
’Senang Mas, bisa untuk Lebaran’

BLORA - Kegiatan pasar murah yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) pada Minggu (13/9) diserbu masyarakat. Agar tidak kepanasan, panitia sengaja mengelar di dalam ruangan gedung Sasana Bhakti Blora.

Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo membuka pasar murah tersebut dengan harapan bisa meringankan masyarakat, di saat harga sembako menjelang Lebaran terus merangkak naik. Selain Bupati, Ketua DPRD Baru HM Kusnanto, Sekretaris Daerah (Sekda) Bambang Sulistya serta sejumlah pejabat juga hadir dalam pasar murah tersebut.

Kepala Disperindagkop UKM Blora, Prayitno mengatakan, pasar murah dilaksanakan agar bisa membantu masyarakat dengan harga sembako lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

"Ada 3.150 paket sembako yang kami siapkan, serta 300 vocer gratis belanja senilai Rp 10 ribu dan gula pasir seharga Rp 7 ribu per kilonya," ungkap Prayitno.

Menurut dia, untuk menyediakan semua barang, dana yang dialokasikan Rp 40 juta serta mendapat bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM, juga bantuan gula pasir 10 ton dari Disperindagkop Provinsi Jawa Tengah.

Untuk bisa mendapatkan paket tersebut, masyarakat harus memiliki kupon yang sebelumnya telah dibagikan oleh kelurahan masing-masing. Satu paket sembako berisi antara lain beras, gula, sirup dan lainnya seharga Rp 25 ribu dari harga resminya Rp 40 ribu.

Begitu juga dengan gula pasir yang dijual Rp 7 ribu per kilogram, padahal di pasaran harganya mencapai Rp 9 ribu hingga 10 ribu. Selain dijual di pasar murah, gula pasir itu juga telah didistribusikan langsung pada tiap kecamatan.

Senang
Karena menggunakan kupon, banyak masyarakat yang tidak memperoleh kupon kecele dan mengeluh, seperti diungkapkan Rusyati (38) warga Kelurahan Tempelan.

Dia mengira seperti
tahun lalu yang bisa membeli tanpa kupon. "Saya tidak jadi membeli mas, soalnya yang masuk ke dalam harus pakai kupon," ungkapnya.

Sementara masyarakat yang memperoleh kupon mengaku senang, bisa membeli sembako di pasar murah. "Ya senang mas, harganya murah, untuk persiapan Lebaran nanti," kata Wartini puas. Wahono-Tj