Tampilkan postingan dengan label 22 Juli 2009 - upload Roes- SR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 22 Juli 2009 - upload Roes- SR. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juli 2009

Radar Bojonegoro - ANGGARAN PILKADA BLORA



Selasa, 21 Juli 2009 ]
Perkirakan Telan Anggaran Rp 12 M

BLORA - Meski tahapan pemilu presiden (pilpres) belum rampung, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Blora mulai disibukkan dengan kegiatan lainnya. Yakni, persiapan pemilihan kepala daerah (pilkada) pertengahan tahun depan.


"Saat ini kami tengah menyusun rencana anggaran pilbup (pemilihan bupati) yang akan kami ajukan kepada Pemkab Blora," kata Ketua KPUK Blora Moesafa kemarin (20/7).Safa menjelaskan, secara teknis pihaknya memiliki waktu persiapan kurang dari satu tahun.


Untuk itu, meski sebagian tahapan pilpres belum rampung, pihaknya harus mulai mempersiapkan pilbup. Ini dimaksudkan agar jangan sampai persiapan pilbup mepet seperti halnya pileg dan pilpres.


Akibatnya, terjadi beberapa kendala teknis di lapangan.Secara umum, lanjut dia, beban KPUK dalam pelaksanaan pilbup lebih berat daripada dengan pileg dan pilpres.


Sebab, semua tahapan langsung dilakukan oleh KPUK. Termasuk pengadaan logistik. "Sebab, dalam pileg dan pilpres, pengadaan logistik dilakukan oleh KPU pusat dan KPUD Provinsi,'' terangnya.


Karena semua tahapan kegiatan terfokus di KPUK, menurut Safa jumlah anggaran yang dibutuhkan relatif lebih besar ketimbang pileg dan pilpres. Yang paling mencolok adalah adanya penambahan anggaran untuk pengadaan sejumlah logistik.


Seperti, surat suara, salinan daftar pemilih tetap (DPT) tinta sidik jari serta beberapa logistik lainnya. Termasuk honor untuk panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS).


Lantas, berapa anggaran yang diajukan? Safa mengaku belum tahu persis. Sebab, saat ini pihaknya tengah melakukan penghitungan item-item kegiatan serta kebutuhan logistik. Namun, dia memperkirakan jumlahnya berkisar Rp 12 miliar.


"Informasinya tahun ini sudah ada alokasi anggaran dari pemkab. Cuma, berapa besarannya kami belum tahu. Sedangkan kekurangannya direncanakan akan ditambah dari APBD tahun depan," terang ketua PC GP Ansor Blora ini. (dim)

Pesisis Timur - PENCABULAN BOCAH



Siswi SD jadi korban pelecehan seksual

BLORA - Pelecehan seksual yang dilakukan oleh Heribowo (14) terhadap Melati (nama samaran) (7), membuat gregetan warga di Dusun Tegalabe, Desa Bangoan, Kecamatan Jiken, Blora. Pasalnya, korban masih anak kecil, karena baru duduk di kelas 2 SD.

Kasus ini kini telah telah ditangani oleh pihak kepolisian. Sementara Melati dan keluarganya melakukan pemeriksaan di RSUD Blora untuk melakukan visum dokter, setelah sebelumnya juga memeriksakan di puskesmas terdekat.

Keterangan yang dihimpun Wawasan dari kelurga korban, pelecehan itu terungkap saat Melati menceritakan kepada neneknya, Karsi (50), soal sakit di kemaluannya saat buang air kecil setelah diperkosa Heribowo. Mendengar hal itu Karsi kaget dan langsung memberitahukan kepada ibu kandung Melati, Juati (35).

”Putuku crito nek nate diperkosa karo Heri sak kancane, trus nek arep kencing ngaku kroso nyeri lan loro mas. Terus aku kandake karo ibune,” ujar Karsi didampingi suaminya, Wariyo (60), yang tinggal di samping rumah korban.

Menurut Karsi, cucunya menceritakan sekitar 10 hari yang lalu, bahkan mengaku dua kali diperkosa oleh Heri. Dalam melakukan aksinya, teryata Heri tidak sendirian, dia dibantu dua orang temannya, Andik dan Pupung. Ironisnya dua orang ini masih kelas dua SD, mereka saat kejadian hanya kebagian memegangi paha Melati.

Karsi mengatakan, saat kejadian cucunya dibekap mulutnya agar tidak bisa teriak, sementara tangan dan pahanya dipegangi oleh teman pelaku. Perbuatan bejat itu dilakukan di rumah warga setempat yang saat itu sepi.

”Malah diancam segala, sehingga tidak berani bercerita,” katanya.

Setelah tahu cerita itu, ibu korban Juati (35) langsung menemui orang tua pelaku yang masih satu dusun. Awalnya, menurut Karsi, pelaku mengelak kalau telah memperkosa Melati. Namun setelah beberapa hari akhirnya mengakui perbuatannya. Kemudian keluarga korban langsung melaporkan hal itu kepada pihak yang berwajib.

DihukumPihak keluarga, lanjut Wariyo, menginginkan agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal karena perbuatannya, karena telah membuat cucunya menderita.

Sementara itu ketika dikonfirmasi pelaku Heribowo tidak ada di tempat dan sedang sekolah. Kedua orang tuanya, Liswono dan Ngatini, mengaku pasrah dan menyerahkan proses hukum atas perbuatan anaknya. ”Namanya juga anak mas, tetap dibela biar proses hukum yang berjalan,” kata Liswono, ayah pelaku.

Terpisah Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Blora, Amin Faried, sangat prihatin atas pelecehan seksual yang melibatkan anak-anak yang masih kecil. Terlebih korban yang masih kelas dua SD.


”Kami mengecam keras tindakan itu, pelaku harus diproses yang tegas meskipun dia juga masih anak-anak, sangat disayangkan momentum hari anak 23 Juli mendatang dinodai dengan perbuatan yang tidak sepantasnya,” kata Amien. K.9-ip

Lintas Muria - PENYIMPANGAN BANSOS



22 Juli 2009
Penyidikan Bansos Selesai

BLORA - Penyidikan terhadap Haryatno (38), warga Jalan Puspanjolo Semarang dalam kasus dugaan penyimpangan dana bantuan sosial dari APBD Provinsi Jateng 2008, selesai.


Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Blora Rubiyanti SH melalui Kasi Pidsus Fitroh Rohcahyanto SH MH kemarin menjelaskan, saat ini berkasnya sedang disusun untuk dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).


‘’Mungkin Kamis (23/7) nanti sudah kita limpahkan ke JPU,’’ jelasnya ketika dihubungi Suara Merdeka, kemarin. Dia mengatakan, baik pemeriksaan terhadap tersangka maupun pemeriksaan saksi sudah selesai.


Jika nanti JPU menyatakan sempurna, akan segera disusul dengan pelimpahan tahap kedua, yakni bersamaan dengan tersangka dan barang bukti.Fitroh yang mantan Kasi Datun Kejari Banyumas itu menjelaskan, Haryatno yang merupakan broker dana itu ditahan sejak akhir Juni lalu.


Alasan penahanan, karena dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya.Menurutnya, lokasi kejadian memang di Blora, namun kader PDI-P itu tinggal di Semarang. Ketika ditanya apakah kemungkinan ada tersangka lagi, Fitroh menyatakan, sangat memungkinkan.


‘’Kita tunggu saja penyidikannya,’’ tandasnya. (ud-54)


Ledhek Barangan Raih Prestasi


BLORA- Tari Ledhek Barangan, kreasi Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (DKPPOR) kembali meraih prestasi.


Saat tampil pada ajang Borobudur International Festival (BIF) di pelataran Candi Borobudur tanggal 18 Juli lalu, grup seni Blora yang tampil mewakili Jateng itu meraih juara pertama bidang penata iringan terbaik.


‘’Untuk penampilan penarinya masuk lima besar,’’ jelas Kepala Bidang Kebudayaan DKPPOR Blora Suntoyo kemarin.Dia mengatakan, dalam BIF itu Indonesia diwakili oleh tujuh provinsi yakni Jateng, Jatim, Bali, Yogjakarta, Lampung, NTT dan DKI Jakarta.


‘’Alhamdulillah Blora yang mewakili Jateng masih bisa meraih prestasi,’’ katanya. Dalam penampilannya itu, lanjut Suntoyo, tim tari dan gamelan Ledhek Barangan Blora menampilkan sesuatu yang berbeda dengan penampilan-penampilan sebelumnya.


Termasuk, pada penampilan di ajang festival seni pertunjukkan se -Jateng yang dijuarainya. Sebab, setiap kesempatan tampil disusun skenario dan aksi panggung berbeda. (ud-36)