Tampilkan postingan dengan label Senin 17 Mei 2010 - upload : ton Diskominfo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Senin 17 Mei 2010 - upload : ton Diskominfo. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Mei 2010

Suara Merdeka Cyber News : Kekayaan Cabup Blora


16 Mei 2010 | 17:58 wib | Pilkada
Pilkada Blora
HM Warsit Calon Bupati Blora Terkaya

Blora, CyberNews. Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi mengumumkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para calon bupati dan wakil bupati Blora. Laporan yang bersumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut menempatkan HM Warsit sebagai calon bupati yang mempunyai harta kekayaan paling banyak diantara calon bupati serta calon wakil bupati.

Berdasarkan LHKPN tersebut, Warsit memiliki harta sebesar Rp 8.926.211.908. Harta kekayaan itu sebagian besar berupa harta tidak bergerak seperti rumah dan tanah yang nilainya mencapai Rp 8,2 miliar. Sementara calon bupati lainya yakni Djoko Nugroho (Kokok) mempunyai kekayaan senilai Rp 4.955.000.000 dan RM Yudhi Sancoyo memiliki harta kekayaan senilai Rp 528.276.265.

Sedangkan untuk calon wakil bupati, Hestu Bagiyo Sunjoyo yang berpasangan dengan RM Yudhi Sancoyo memiliki harta kekayaan tertinggi. Yaitu sebesar Rp 4.407.518.000 serta 25.000 USD. Abu Nafi yang berpasangan dengan Kokok menempati urutan kedua dengan kekayaan senilai Rp 2.992.867.579. Sedangkan Lusiana Marianingsih yang berpasangan dengan HM Warsit, harta kekayaan yang dimiliki senilai Rp 46 juta.

Divisi Hukum KPU Blora, Achmad Zakki mengemukakan LHKPN tersebut diambilnya sendiri di kantor KPK di Jakarta, Rabu (12/5). "Silahkan masyarakat mencermati sendiri pengumuman LHKPN tersebut. Yang pasti tugas dan kewajiban kami adalah mengumumkan LHKPN bukan untuk menilainya," ujarnya Minggu (16/5).

Pengumuman LHKPN itu antara lain di tempel di papan pengumuman kantor sekretariat KPU Blora.

( Abdul Muis /CN14 )

Sumber : (Abdul Muis/CN14), "HM Warsit Calon Bupati Blora Terkaya", Suara Merdeka (Cyber News), Minggu 16 Mei 2010, http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/05/16/54589/HM-Warsit-Calon-Bupati-Blora-Terkaya, (Senin, 17 Mei 2010).

=======


Jawa Pos (Radar Bojonegoro)


Minggu, 16 Mei 2010.
Cetak Surat Suara Butuh Tujuh Hari
BLORA - Surat suara untuk pilkada Blora 3 Juni mendatang sudah mulai dicetak Jumat sore lalu. Pencetakan surat suara itu membutuhkan waktu tujuh hari. Diperkirakan pada tanggal 20 atau 21 Mei nanti surat surat itu baru sampai di Blora. ''Setelah diperbaiki semua selesai sehingga siap cetakm''nujar Arifin Divisi Logistik KPUK Blora.

Pencetakan surat suara dilakukan di sebuah percetakan di Kota Semarang. Setiap hari KPUK, Panwaskab dan aparat keamanan menjaga dan memantau proses cetak itu. H Setiap hari ada petugas dari KPUK dan Panwaslu yang mengawasi. ''Kami ingin memastikan tidak ada persoalan dalam cetak surat suara itu,'' tambahnya.

Pencetakan surat suara, kata dia, disesuaikan dengan jumlah calon yang ada. Karena hanya tiga pasangan calon, surat suara itu dibuat seukuran surat suara yang digunakan dalam pilpres. Surat suara itu berukuran 27 sentimeter x 23 sentimeter. Selain berisi gambar dan nomor urut pasangan, surat suara itu berisi identitas KPPS dan TPS yang melaksanakan coblosan. ''Tata letaknya juga sama seperti surat suara pilpres,'' terangnya.

Jumlah surat yang dicetak, lanjut anggota KPUK asal Kradenan ini berpatokan pada jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang telah ditetapkan. Jumlah DPT yang ditetapkan sebanyak 688.244 jiwa. Jumlah pemilih itu dengan rincian pemilih laki-laki sebanyak 337.607 dan pemilih perempuan sebanyak 350.637. ''Jumlah surat suara adalah jumlah DPT ditambah 2,5 persen,'' tandasya. (ono/nas)

Sumber : (ono/nas), "Cetak Surat Suara Butuh Tujuh Hari", Jawa Pos (Radar Bojonegoro), Minggu 16 Mei 2010, http://www2.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=158701, (Senin, 17 Mei 2010).

=======

Jawa Pos (Radar Bojonegoro)


Minggu, 16 Mei 2010.
Warsit Cabup Terkaya
BLORA - Laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) para calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) Blora kemarin (15/5) diumumkan KPUK setempat. Sesuai LHKPN yang dikeluarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), warsit menjadi calon bupati terkaya.

Mantan ketua DPRD Blora dua periode itu membukukan kekayaan Rp 8.926.211.908. Disusul Djoko Nugroho (Kokok) yang mempunyai kekayaan Rp 4.955.000.000. Sedangkan Yudhi Sancoyo menjadi calon bupati termiskin dengan kekayaan Rp 528.276.265.

''LHKPN hari ini mulai diumumkan. Silakan masyarakat mencermati,'' ujar Achmad Zakki, Divisi Hukum KPUK Blora.

Menurut Zakki, LHKPN itu baru diambilnya dari kantor KPK di Jakarta. Dia lalu membuat format laporan dan menempel pengumuman itu di papan pengumuman di kantor KPUK Blora, Jalan Halmahera. ''Agar masyarakat tahu kekayaan para calon itu dalam bentuk apa saja,'' tambahnya.

LHKPN yang ditandatangani Deputi Bidang Pencegahan Eko Soesamto Tijtadi dan Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN Cahya H. Harefa itu juga menyebutkan kekayaan calon wakil bupati. Hestu Bagiyo Sunjoyo menjadi cawabup terkaya. Pasangan Yudhi Sancoyo itu mempunyai kekayaan Rp 4.407.518.000 dan USD 25.000. Abu Nafi yang berpasangan dengan Kokok menempati urutan kedua dengan kekayaan Rp 2.992.867.579. Sementara Lusiana Marianingsih menjadi cawabup termiskin. Pasangan Warsit ini hanya mempunyai kekayaan Rp 46 juta.

Berdasarkan LHKPN tersebut, harta terbanyak Warsit berupa harta tidak bergerak. Yakni, rumah dan tanah senilai Rp 8,2 miliar. Nilai harta tidak bergerak itu naik drastis dibanding 2003 yang hanya Rp 560 juta.

Harta bergerak milik Warsit seperti kendaraan dan lainya senilai Rp 36 juta. Jumlah ini turun dibanding tahun 2003 yang mencapai Rp 282 juta. Sedangkan giro atau setara kas lainnya senilai Rp 3.690.211.906, meningkat dibanding tahun 2003 yang hanya Rp 1,4 miliar.

Sementara harta kekayaan Kokok sebagian besar berupa giro atau setara kas senilai Rp 3 miliar. Selain itu, harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 1,3 miliar, serta kendaraan Rp 555 juta, a pertanian, perkebunan dan lainnya senilai Rp 40 juta.

Sedangkan kekayaan Yudhi Sancoyo turun dibandingkan 2006. Pada tahun tersebut dia mempunyai kekayaan total Rp 973 juta. Penyusutan kekayaan itu berasal dari harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan. Pada 2006, harta itu senilai Rp 760 juta, sementara saat ini tinggal Rp 215 juta. Kekayaan berupa kendaraan tetap Rp 18 juta. Untuk harta bergerak lainnya seperti logam mulia dan sebagainya naik dari Rp 5 juta pada 2006 menjadi Rp 61 juta saat ini. Surat berharga Yudhi juga naik dari Rp 200 juta pada 2006 menjadi Rp 232 juta tahun ini.

Dari tiga pasangan calon itu, hanya Abu Nafi yang berutang. Pada 2006 dia mempunyai hutang Rp 34 juta dan tahun ini meningkat menjadi Rp 571 juta. (ono/yan)

Kekayaan Pasangan Calon
Warsit: Rp 8.926.211.908.
Lusiana Marianingsih: Rp 46.000.000
Djoko Nugroho: Rp 4.955.000.000.
Abu Nafi: Rp 2.992.867.579.
Yudhi Sancoyo: Rp 528.276.265.
Hestu Bagiyo Sunjoyo: Rp 4.407.518.000
USD 25.000.

Sumber : (ono/yan), "Warsit Cabup Terkaya", Jawa Pos (Radar Bojonegoro), Minggu 16 Mei 2010, http://www2.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=158702, (Senin, 17 Mei 2010).

=======