Tampilkan postingan dengan label edisi Akhir Mei dan awal JUNI 2009. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label edisi Akhir Mei dan awal JUNI 2009. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juni 2009

Tabloid SR - PASANGAN SELINGKUH DIGEREBEK


17 Pasangan Mesum Digerebek Polisi
Ada PNS dan Karyawan BUMN/BUMD

BLORA, SR – Polres Blora berhasil menjaring 17 pasangan selingkuh dalam operasi pekat yang dilakukan, Jum’at (22/5) dini hari. Pasangan tersebut terjaring saat berada di hotel yang ada di Blora dan Cepu, karena tidak bisa menunjukkan surat-surat sehingga aparat langsung membawanya.

Selain pasangan selingkuh, juga berhasil menyita 210 botol minuman keras dengan berbagai merek, 136 liter arak oplosan, lima preman, satu pengamen dan satu orang gepeng. 

”Hasil operasi pekat tersebut kini diamankan di polres, operasi ini sekaligus untuk mencegah kriminalitas yang tejadi akibat minuman keras yang kerap terjadi,” ungkap Kapolres Blora AKBP R Umar Faroq melalui Kasat Reskrim AKP Pri Haryadi, Jum’at (22/5).

Operasi yang dilakukan tersebut merupakan salah satu upaya Polres untuk memerangi miras dan pekat, pasalnya di Blora beberapa waktu lalu ada pembunuhan yang dilakukan oleh pelajar yang membunuh kepada tukang parkir gara-gara minuman keras. Sehingga hal itu menjadi perhatian bagi aparat untuk secepatnya menanggulagi agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

Operasi pekat tersebut dilaksanakan di beberapa lokasi seperti di Cepu yang dipusatkan di Terminal dan Hotel atau tempat penginapan, Blora dan kecamatan-kecamatan.
Pasangan selingkuh yang ketangkap sangat beragam, ada yang PNS dan Karyawan BUMD/BUMN serta ada juga yang PSK. 

Langsung disidang

Terhadap pelaku yang ditangkap hasil operasi pekat, Polres Blora langsung melakukan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Blora, Jum’at (22/5). Mereka kemudian dikenakan dengan pasal melakukan tindak pidana ringan, termasuk 17 pasangan yang ketangkap basah melakukan selingkuh di hotel.

”Mereka yang tertangkap tersebut dikenakan dengan pasal tindak pidana ringan, diharapkan mereka bisa jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi, pasalnya miras sangat menggangu dan meresahkan warga,” ujar Kasat Pri Haryadi.
Saat sidang berlangsung nampak beberapa pasangan selingkuh tampak malu dan sesekali menutup dengan kedua tangannya. (Gie)


Rabu, 03 Juni 2009

Tabloid SR - APBD Blora Diambang Batas Akhir







8 Juni, Perseteruan Ketua DPRD-Bupati Memuncak

BLORA, SR - Keterlambatan APBD Blora tahun 2009 secara langsung mengundang berbagai pendapat dari masyarakat. Hampir sebagian besar masyarakat setuju apa yang diusulkan Bupati ataupun hasil rekomendasi Gubenur Jateng, tentang pemerataan P2SE untuk seluruh desa se Kabupaten Blora yang berjumlah 271 desa.

Sebagaimana diketahui, evaluasi dari gubernur tentang RAPBD tidak membolehkan defisit Rp 24,5 miliar. Untuk itulah gubenur menyarankan revisi RAPBD tersebut. Tepatnya tanggal 8 Mei selesai dilakukan pembahasan ulang dan dikirim ke gubenur.


Namun menurut Bupati Blora Yudhi Sancoyo, pembahasan tersebut terutama P2SE, belum sesuai rekomendasi gubenur yakni agar ke 271 desa mendapat dana tersebut.

Dari sinilah pihaknya menilai karena dewan mengabaikan evaluasi dari gubenur, maka pihaknya belum menandatangani.


Direktur LSM Wong Cilik Ateng Sutarno membenarkan apa yang dilakukan Bupati Blora. Alasanya cukup sederhana yakni dana P2SE sebaiknya dibagi rata kepada 271 desa. “Terlepas apakah APBD sah dan tidaknya, saya sependapat dengan bupati, karena banyaknya desa 271 maka yang adil ya sebaiknya dapat semua,” katanya.


Sebenarnya Ateng sudah lega setelah mendengar kalau Bupati Blora dan Ketua DPRD sepakat dan setuju bahwa alokasi dana P2SE diratakan untuk 271 desa. Selanjutnya ditindaklanjuti Minggu (24/5), sejumlah anggota tim anggaran eksekutif yang dipimpin Sekda Ir H Bambang Sulistya berkoordinasi dengan dewan. Namun, mereka pulang dengan tangan hampa. Sebab, kalangaan dewan menyatakan tetap tidak menyetujui jika P2SE diratakan. “Biar masyarakat menilai, siapa yang tidak konsisten terhadap kesepakatannya,” tegas Ateng

Di tempat terpisah salah satu caleg terpilih Yantinah mengutarakan apa yang dilakukan bupati yang belum tanda tangan adalah benar. “Alasan Bupati yang minta agar P2SE diratakan itu bisa dimaklumi, karena dasarnya demi pemerataan pembangunan di Blora,” katanya.


Dia juga menjelaskan kalau UU di atasnya melarang maka perundangan di bawahnya harus mengikutinya. Kalau pun itu dilanggar adalah kewenangan institusi hukum yakni MK untuk memutuskannya.

“Yang saya tahu secara yuridis kewenangan Warsit hilang setelah divonis PN bersalah walau sampai sekarang masih dalam proses banding. Dan yang lebih jelas ya pada PP 25/2004 tentang Pedoman dan Penyusunan Tatib DPRD pasal 45 ayat 2,” jelasnya


Ketika ditanya apakah dirinya dari partai yang sama dengan bupati sehingga mendukung langkahnya, dia menjawab jangan dikaitkan. “Ini sebagai pendapat pribadi saya, sekarang saya ganti bertanya pada anda. Apakah SKPD sanggup menunggu pengesahan APBD oleh anggota DPRD yang baru,” tandas Yantinah.


Komentar berbeda disampaikan calon legislatif terpilih dari Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Kabupaten Blora, Sugeng Hariyanto. Sugeng berharap ada komunikasi yang intens antara eksekutif dan legislatif terutama dalam konteks ploting dana P2SE. “Ini hanya persoalan sudut pandang yang berbeda saja. Kan hanya persoalan dana Rp 38 Miliar itu mau dibagi kepada 200 desa atau 271 desa. Saya kira jika sama-sama mau berpikir jernih, masalah ini cepat selesai,” ungkapnya kepada SR, Selasa (26/5).


Hal senada disampaikan caleg terpilih dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Blora, HM. Hasan. Menurutnya, jika mau berpikir untuk kepentingan rakyat, mestinya APBD segera ditetapkan. “Jika tidak mau menetapkan, ya sebaiknya wayangan saja biar tambah menarik,” ungkap calon dari Dapil V (Todanan, Kunduran, dan Japah).


Sementara di tempat terpisah ketua DPRD Blora HM Warsit dalam keterangan persnya tetap bersikukuh dengan 200 desa saja yang mendapat dana P2SE. Alasan ketua DPRD Blora yang menjabat tinggal satu setengah bulan lagi adalah pengeplotan dana tersebut sudah ditetapkan DPRD pada RAPBD, sehingga untuk mengubahnya tidak sesederhana yang dibayangkan.


“Sebab, hal itu sudah menjadi ketetapan. Untuk mengubahnya harus sesuai dengan aturan yang ada. Misalnya harus ada panitia musyawarah (panmus), pembahasan bersama dengan tim anggaran eksekutif dan lain-lain,’’ jelasnya.


Warsit juga menandaskan agar bupati mau tanda tangan dulu sehingga APBD bisa segera ditetapkan. Apabila nanti kalau memang menghendaki perubahan bisa dilakukan melalui DPRD review. (Roes)

Senin, 01 Juni 2009

Tabloid SR edisi 68-PNS NAIK PANGKAT



Kenaikan Pangkat 898 PNS Saat Harkitnas

Blora, SR - Sebanyak 898 PNS Blora menerima SK kenaikan pangkat. pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diadakan di Halaman Kantor Bupati Blora, Rabu (20/5) lalu. SK diserahkan secara langsung oleh Bupati Blora Yudhi Sancoyo. Tampak hadir Muspida plus, semua kepala SKPD, Semua Kabag, seluruh karyawan Setda, Kosgoro serta perwakilan pelajar di Blora.


Sementara usai upacara Kabag Humas Setda Blora Hj Hurip Indiani dalam keterangannya, 898 PNS yang naik pangkat itu mulai golongan I hingga golongan IV. Dengan kenaikan pangkat itu, diharapkan para PNS semakin meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat. 

''Selain itu, bupati juga menyerahkan penghargaan pengabdian bagi PNS lain,'' ujarnya. Adapun penghargaan yang diberikan itu, kata kabag humas setda Blora, berupa Satya Lencara Karya Satya untuk pengabdian 20 tahun. 

“Juga ada 12 PNS yang menerima penghargaan ini. Namun, seorang diantaranya tidak bisa hadir menerima penghargaan,” jelas Anik panggilan akrabnya.

Disamping itu Anik menggarisbawahi, pada kegiatan itu juga diserahkan tali asih masing-masing Rp 1 juta bagi 146 PNS yang purna tugas. Serta uang duka bagi 28 ahli waris PNS yang meninggal dunia. ''Uang duka sebanyak Rp 2,5 juta,'' tandasnya.

Usai upacara bendera, bupati dan rombongan melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wira Bhakti. (Roes)


Kontrak Bambang Harsoyo, Bidik Libero dan Striker Baru 

BLORA, SR – Setelah dijajal pada pertandingan persahabatan melawan Persibo Bojonegoro, Kamis (21/5), manajemen tim Persikaba Blora akhirnya resmi mengontrak mantan pemain Persiku Kudus Bambang Harsoyo yang berlaga di kopetisi divisi utama yang baru saja usai.
”Setelah melihat permainannya saat lawan Persibo yang bagus, kami merekrutnya untuk melengkapi komposisi gelandang atau pemain tengah Persikaba sehingga menjadi kuat dan solid,” kata Asisten Manajer Abdul Muiz, usai penandatangan kontrak di Sekretariat Persikaba Blora, Jum’at (22/5).

Aiz, demikian panggilan akrabnya berharap agar dengan pengalaman yang dimiliki Bambang Harsoyo yang sudah merasakan atmosfir kompetisi divisi utama bersama Persiku dapat memberikan kontribusi yang baik untuk memajukan sepak bola yang ada di Blora.

Dalam pertadingan melawan Persibo, meski dimasukkan pada babak kedua, Bambang Harsoyo terlihat lincah dan pergerakannya seringkali mengancam barisan pertahanan Persibo dan umpan-umpan yang akurat dan kerjasama dengan pemain lainnya yang sudah padu.

Menurut Aiz, saat ini pemain yang dimiliki laskar sunan pojok baru 23 pemain sehingga masih dimungkinkan ada penambahan pemain baru. Namun untuk pemain baru tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan tim.

”Saat melawan tim tangguh seperti Persibo kemarin, nampaknya posisi striker dan libero yang akan kami tambah sehingga kekuatan disemua lini dapat berimbang,” tambah Aiz yang juga wartawan Suara Merdeka Biro Blora ini.

Untuk posisi libero sebenarnya skuad Persikaba sudah ada Nugroho Andriyanto namun karena kompetisi yang panjang masih diperlukan pemain pelapis yang sudah kaya pengalaman. Sementara untuk posisi striker ada tiga penggedor, Dian ”Jambul” Kristanto yang pernah meperkuat PSPM Magelang, Alamsyah dan Mustari. 
”Penambahan pemain, akan kami prioritaskan di kedua posisi khususnya striker,” tegas Aiz. (Gie)