Tampilkan postingan dengan label Rabu 14 Juli 2010 - upload : ton Diskominfo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rabu 14 Juli 2010 - upload : ton Diskominfo. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Juli 2010

Jawa Pos (Radar Bojonegoro) : Penanda kawasan budaya Samin

Rabu, 14 Juli 2010.
Pastikan Nilai Tradisional Tidak Luntur
BLORA - Lingkungan di komunitas masyarakat Samin di Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo tahun ini akan dibangun sebagai kawasan budaya. Sebagai penunjang di lingkungan tersebut akan dibangun sebuah pendapa yang bisa digunakan kegiataan masyarakat Samin, sekaligus sebagai penanda kawasan budaya. Hanya, di lapangan banyak yang salah persepsi. Karena itu, kemarin Bappeda mengudang banyak pihak mulai ahli waris tokoh Samin, budayawan, LSM serta pihak terkait lainnya untuk rembukan bareng. ''Kami pastikan kultur yang sudah kental itu tidak akan luntur,'' ujar Samgautama Karya Jaya Kepala Bidang Prasarana Wilayah Bappeda yang memimpin pertemuan tersebut.

Pada kesempatan itu, Samgautama menjelaskan latar belakang proyek yang didanai APBN dan APBD provinsi tersebut. Proyek pembangunan pendapa dan penataan lingkungan komunitas samin itu bermal dari usulan dari pemkab Blora, saat itu kebetulan dia sendiri yang mengusulkan, ketika masih menjadi salah satu kepala sub dinas di Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Usulan itu diajukan npada 2008 silam. ''Nah, kemudian usulan itu diterima dan turun,'' kata dia.

Desa Klopoduwur, lanjutnya, akan ditetapkan menjadi kawasan tradisional. Sebab, desa ini merupakan salah satu desa di Blora yang masih kental budaya Samin nya. Untuk membangun fasilitas di desa ini sebagai pendukung program pelestarian kawasan tradisional itu, dialokasikan dana Rp 1,5 miliar dan Rp 200 juta dari APBD Blora. ''Proyek itu merupakan pekerjaan Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum melalui satuan kerja non vertical tertentu (SNVT) Penataan Bangunan dan Lingkungan Jateng,'' terangnya.

Menurut dia, selain di Blora ada kawasan lain yang mendapatkan proyek serupa. Dia mengaku ada dana sekitar Rp 2 miliar untuk proyek sejenis. Namun, Blora menerima bagian lebih besar. Hal itu karena potensi dan rentetan sejarah yang panjang di masyarakat Samin Blora. Pengerjaan bangunan dan fasilitas lain di desa yang menjadi kawasan tradisional itu dikerjakan sebuah kontraktor yang sudah ditunjuk. (ono)

Sumber : (ono), "Pastikan Nilai Tradisional Tidak Luntur", Jawa Pos (Radar Bojonegoro), Rabu 14 Juli 2010, http://www2.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=169741, (Rabu, 14 Juli 2010).

=======

Jawa Pos (Radar Bojonegoro) : Pelantikan Bup-Wabup Blora blm pasti

Rabu, 14 Juli 2010
Pelantikan Cabup-Cawabup Belum Pasti
BLORA - Sampai kemarin,pelantikan calon bupati dan calon wakil bupati hasil pemilukada 3 Juni lalu maish belum jelas. DPRD sebagai pihak yang berhak menyelenggarakan pelantikan, masih belum menentukan tanggal pastinya. Pelantikan yang akan digelar melalui sidang paripurna istimewa itu harus dijadwalkan dulu. Penjadwalan kegiatan di DPRD diputuskan dalam rapat badan musyawarah (Banmus). Hanya kemarin pemkab sudah menggelar rapat untuk koordinasi tentang rencana pelantikan.

Rapat kemarin digelar di ruangan rapat pemkab di lantau dua gedung pemkab di Jalan Pemuda Blora. selain pemkab dan jajuarannya, juga diundang pihak polisi serta pihak yang terkait lainnya, termasuk secretariat DPRD. Hanya, rapat tersebut memang belum menyebutkan tanggal pelantikan. 'Tanggalpastinya belum,kita koordinasi dulu,'' ujar Kabag Humas dan Protokol Hurip Indiani kemarin.

Wakil ketua DPRD Abdullah Aminuddin saat dikonfirmasi membenarkan kalau DPRD belum mengadendakan pelantikan. Menurut dia, sampai kemarin Banmus belum menggelar rapat terkait agenda pelantikan bupati dan wakil bupati. Menurut dia, batas akhir tugas bupati peruode 2005-2010 memang 11 Agustus nanti. ''Namun, apakah pelantikan tanggal 11 Agustus atau tidak belum kita putuskan,'' katanya.

Mas Amin, begitu anggota dewan dari PKB itu biasa disapa menambahkan, saat ini SK pengangkatan calon terpilih sebagai bupati dan wakil bupati juga belum turun. Karena itu, pihaknya belum membahasanya. Menurut dia, batas akhir jabatan bupati sudah jelas, sehingga soal pelantikan tinggal mengagendakan saja. ''Kalau semua sudah beres, kita agendakan,'' tambahnya.

Sementara Plt Sekretaris DPRD Didik Lukardono mengakui kalau sampai kemarin SK pengangkatan Djoko Nugroho dan Abu Nafi sebagai bupati dan wakil bupati Blora periode 2010-2015 belum turun. Permohonan penangangkatan sedang di proses di kementrian dalam negeri, setelah semua syarat dunyatakan cukup. ''Kita memang berusaha sesuai normatifnya yakni tanggal 11, hanya terserah nanti perkembangannya seperti apa,'' tandasnya. (ono)

Sumber : (ono), "Pelantikan Cabup-Cawabup Belum Pasti", Jawa Pos (Radar Bojonegoro), Rabu 14 Juli 2010, http://www2.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=169742, (Rabu, 14 Juli 2010).

=======

Jawa Pos (Radar Bojonegoro) : Perubh APBD Blora 2010 dijadwalkan Agustus

Rabu, 14 Juli 2010.
Perubahan APBD Dijadwalkan Agustus
Dana Pilkada sisa

BLORA - Perubahan APBD 2010 untuk tahun dipastikan bakal dilakukan, waktunya sekitar Agustus. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Abdullah Aminuddin. Menurut dia perubahan APBD itu perlu dilakukan karena banyak kegiatan yang memang harus ditambagi pendanaannya. Saat ini DPRD masih mendata kegiatan apa saja yang harus ditambahi dananya. ''Misalnya di bidang kesehatan dan pendidikan itu penting,'' katanya.

Selain itu, juga untuk menyesuaikan perubahan pendapatan dan pengeluaran yang dimungkinkan ada. Dia melihat untuk bidang kesehatan misalnya, untuk jaminan kesehatan daerah (jamkesda) juga perlu ditambahi. Selain itu, juga dana untuk pembelian di rumah sakit serta pengadaan alat pembakar sampah medis milik rumah sakit DR R. Soetijono yang beberapa waktu terbakar. ''Saat kami sidak ke rumah sakit, sempat dikeluhi dana untuk obat yang minim. Jika nanti ada dana yang bisa digunakan, itu akan diprioritaskan,'' tambahnya.

Sementara anggota Badan Anggaran (banggar) Seno Margo Utomo menginformasikan ada kelebihan anggaran dari alokasi dana penyelenggaraan pemilukada. Salah satunya adalah kelebihan dana dari KPUK. Semula dana untuk KPUK dianggarkan Rp 14 miliar, dengan asumsi pemilukada digelar dua putaran. Karena, kenyataannya pemilukada hanya satu putaran, berarti dana untuk penyelenggaraan putaran kedua tidak digunakan. ''Menurut informasi yang kami terima ada sekitar Rp 5 miliar yang tersisa,'' katanya.

Selain itu, dia juga berharap kegiatan lain yang terkait pemilukada juga lebih. Misalnya di Panwaskab. Lembaga pengawas ini sebelumnya didanai Rp 1,8 miliar dan dana cadangan Rp 1 miliar. Dengan asumsi dana yan digunakan selama mengawasi proses tahapan dan pelaksanaan pemilukada habis Rp 1,8 sesuai yang diberikan, berarti masih ada sisa Rp 1 miliar. ''Jika ada kelebihan itu,kita akan prioritaskan kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat, misalnya untuk jamkesda. Itu prioritas dalam perubahan APBD nanti,'' ujar anggota dewan dari PKS ini.

Terpisah, Sekretaris KPUK Blora Sugiyono membenarkan kalau anggaran di KPUK tersisa. Semula memang KPUK diberi dana untuk menggelar pelaksanaan pemilukada dua putaran. Sedangkan pelaksanaanya satu putaran saja, sehingga otomatis dana untuk putaran kedua masih belum digunakan. ''Kami belum menghitung jumlahnya, namun pada kisaran Rp 4 miliaranlah,'' katanya. (ono)

Sumber : (ono), "Perubahan APBD Dijadwalkan Agustu", Jawa Pos (Radar Bojonegoro), Rabu 14 Juli 2010, http://www2.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=169743, (Rabu, 14 Juli 2010).

=======

Antara News (antarajateng.com) : Biopori sampah tingkatkan kesuburan tanah


Biopori Sampah Tingkatkan Kesuburan Tanah
ANTARA - Dinas Pertanahan, Permukiman, dan Tata Ruang (DPPTR) Blora, Jawa Tengah, terus menggalakkan pembuatan biopori di daerah ini untuk meningkatkan kesuburan lahan dan mengurangi risiko banjir akibat tersumbatnya saluran air oleh sampah. "Kami terus menyosialisasikan pembuatan biopori sampah dan memberi motivasi kepada masyarakat agar mau membuat sarana resapan sampah ini," kata Kepala DPPTR Blora, M Affandi di Blora, Rabu.

Menurut dia, pembuatan biopori selain untuk menciptakan pori-pori tanah, juga berfungsi menyerap sampah organik yang bisa meningkatkan kesuburan lahan.

Cara pembuatan yang sederhana tersebut, katanya, bisa mengurangi risiko banjir, sebab sebagian air mengalir masuk ke biopori yang memiliki volume penyerapan lebih besar daripada tanah tertutup.

"Biopori mengurangi sampah yang berserakan sehingga tanah pun menjadi subur," katanya.

Untuk membuatnya, warga hanya perlu menggali lubang dengan kedalaman tertentu di tanah untuk menyimpan sampah.

"Saya kira tidak sulit sepanjang kita punya niat dan mau melaksanakan," katanya.

Menurut Affandi, biopori itu bisa dibuat dengan lubang berbentuk tabung bulat berdiameter 10 hingga 30 sentimeter.

"Ini tergantung kondisi tanah. Dalamnya sekitar satu meter dan jarak antar lubang yang satu dengan yang lain juga satu meter," jelasnya.

Cara itu, katanya, akan mengurangi polusi akibat sampah, sebab yang masuk ke dalam lubang itu berupa sampah organik yang dibutuhkan setiap tanaman. "Nanti setiap rumah tangga harus membuat biopori seperti ini," tambahnya.

Untuk itu, katanya, Pemkab Blora membagikan peralatan dan buku panduan kepada masing-masing kelurahan di Kecamatan Blora mengenai bagaimana membuat biopori yang benar.

"Bantuan tersebut selanjutnya dibagikan untuk setiap rukun tetangga (RT) di kelurahan setempat," katanya.
(U.pso-195/B/M028/M028) 14-07-2010 11:03:47. m

Sumber : (U.pso-195/B/M028/M028), "Biopori Sampah Tingkatkan Kesuburan Tanah", Antara News (antarajateng.com), Rabu 14 Juli 2010, http://www.antarajateng.com/detail/index.php?id=31490, (Rabu, 14 Juli 2010).

=======

Antara News (antarajateng.com) : Poktan Blora Dapat Bantuan

Tiga Kelompok Tani Blora Dapat Bantuan

ANTARA - Tiga kelompok tani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat berupa alat-alat mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian khususnya padi.

"Meski saat ini hasil produksi padi dari beberapa kelompok tani di Blora dinilai sudah cukup bagus, namun pemerintah tetap berupaya agar lebih meningkat lagi," kata Kasi Prasarana Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Blora, Budi Susilo, di Blora, Selasa.

Bantuan tersebut, menurut Budi, juga agar kelompok tani bisa mandiri, sehingga tidak ada lagi ketergantungan dan dapat memenuhi kebutuhan dari hasil usahanya sendiri.

"Jadi, tujuan dari bantuan ini, selain untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, juga untuk menanamkan kemandirian kelompok tani dan kemandirian inilah yang sangat diharapkan oleh pemerintah," katanya.

Untuk itu, alat-alat pertanian tersebut, selebihnya digunakan untuk kepentingan kelompok, juga bisa dimanfaatkan untuk kepentiangan yang lain.

"Artinya, dapat digunakan untuk melayani masyarakat umum, dengan mendapatkan imbalan jasa, yang pada akhirnya dapat menambah pendapatan kelompok," katanya.

Adapun jenis alat-alat mesin pertanian, antara lain berupa traktor, pompa air, pemotong padi, pedal trheser bermotor (dos) dan alat perbengkelan.

"Hanya saja, tolong dikelola dengan baik, sehingga awet dan dapat bertahan lama," pintanya.

Jumlah keseluruhan kelompok tani di Blora sebanyak 270 kelompok yang menyebar di 13 kecamatan. "Dari jumlah tersebut, sebanyak 110 kelompok tani yang mengikuti kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Tanaman Terpadu (SL-PTT), katanya.

Sedangkan yang mendapat bantuan alat mesin tersebut, katanya, khusus kelompok tani yang menjadi kegiatan SL-PTT non-padi Hibrida.

(pso-195) s


Sumber : (pso-195) s, "Tiga Kelompok Tani Blora Dapat Bantuan", Antara News (www.antarajateng.com), Rabu 14 Juli 2010, http://www.antarajateng.com/detail/index.php?id=31484, (Rabu, 14 Juli 2010).

=======

Suara Merdeka Cyber News : Usulan pemberhentian dan pengangkatan Bupati Blora sampai di meja Mendagri


13 Juli 2010 | 14:48 wib | Pilkada

Usulan Pemberhentian dan Pengangkatan Bupati Blora Sampai di Meja Mendagri

Blora, CyberNews. Usulan pemberhentian dan pengangkatan kepala daerah Blora telah disampaikan gubernur Jateng kepada menteri dalam negeri (mendagri).

Hal tersebut dikemukakan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Blora, Didik Lukardono, usai rapat persiapan pelantikan pasangan calon bupati dan calon wakil bupati terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), di ruang pertemuan pemkab, Selasa (13/7).

‘’Informasi terakhir yang kami terima, gubernur telah meneruskan usulan pemberhentian dan pengangkatan kepala daerah Blora kepada mendagri. Jika tidak ada kendala apapun, pengesahan dari mendagri sudah akan keluar tujuh atau sepuluh hari mendatang,’’ ujar Didik.

Sebelumnya DPRD Blora, Kamis (24/6), telah menyampaikan usulan pemberhentian dan pengangkatan kepala daerah kepada mendagri melalui gubernur Jateng untuk mendapatkan pengesahan.

Usulan tersebut sesuai dengan pasal 66 ayat 3 Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Bupati RM Yudhi Sancoyo diusulkan pemberhentiannya karena akan habis masa jabatannya, 11 Agustus 2010.

Sementara usulan pengangkatan pasangan calon bupati dan wakil bupati, Djoko Nugroho-Abu Nafi (Kolbu) disampaikan setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora menetapkan keduanya sebagai pasangan calon terpilih dalam Pilkada.

Pasangan Djoko Nugroho-Abu Nafi ditetapkan sebagai pasangan terpilih setelah mendapatkan suara terbanyak dalam Pilkada, Kamis (3/6). Pasangan calon yang diusung PD, PKB, PPP, Hanura, PPIB dan PDP itu memperoleh sebanyak 243.715 suara.

Sementara pasangan incumbent RM Yudhi Sancoyo-Hestu Bagiyo Sunjoyo (Yes) yang diusung partai Golkar mendapat 197.277 suara. Pasangan HM Warsit-Lusiana Marianingsih (Wali) yang diusung PDIP mengumpulkan 39.445 suara.

Hanya Didik Lukardono belum bisa memastikan apakah pelantikan pasangan calon bupati dan calon wakil bupati terpilih akan dilaksanakan 11 Agustus. ‘’Yang pasti pelantikannya digelar dalam rapat paripurna DPRD. Tentang waktunya kapan, menunggu konfirmasi terakhir dari gubernur setelah keluar pengesahan dari mendagri,’’ tandasnya.

( Abdul Muis /CN26 )

Sumber : (Abdul Muis/CN26), "Usulan Pemberhentian dan Pengangkatan Bupati Blora Sampai di Meja Mendagri", Suara Merdeka Cyber News, Selasa 13 Juli 2010, http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/07/13/59545/Usulan-Pemberhentian-dan-Pengangkatan-Bupati-Blora-Sampai-di-Meja-Mendagri, (Rabu, 14 Juli 2010).


=======