Senin, 22 Juni 2009

LIntas Muria - PUTUSAN MK & SISWA TIDAK LULUS


22 Juni 2009

728 Siswa SMP Tak Lulus UN

BLORA - Sebanyak 728 siswa SMP/sederajat di Blora dinyatakan tidak lulus sekolah tahun ini lantaran nilai ujian nasional (UN) yang mereka peroleh tidak memenuhi standar.

Hasil UN dan kelulusan sekolah itu diumumkan Sabtu (20/6). Berdasarkan pengumuman tersebut, persentase siswa yang lulus mencapai 94,23%. Persentase tersebut melampaui target kelulusan tahun ini, yakni 92%.

“Tahun lalu persentase kelulusan siswa 91,2%. Meski standar kelulusan UN tahun ini naik, jumlah siswa yang dinyatakan lulus juga naik. Kami bersyukur target kelulusan terlampaui,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Blora Ratnani Widowati melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Sri Widodo, kemarin.

Menurutnya, peserta UN tahun ini semula terdaftar 12.667 siswa. Namun, saat pelaksanaan, hanya 12.615 yang hadir, sedangkan yang tidak hadir 52 siswa, satu siswa meninggal dunia dan 51 siswa drop out (DO).

Sri Widodo mengatakan, ada 77 SMPN dan swasta serta 47 MTs negeri dan swasta di Blora. Dari jumlah itu, beberapa sekolah siswanya lulus 100%. Sekolah itu di antaranya adalah SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4, dan SMPN 6 Blora.

Berikutnya SMPN 2 dan SMPN 3 Jiken, SMPN 2 Bogorejo serta SMPN 1 Tunjungan. Selain itu, juga SMPN 2 dan SMPN 3 Ngawen, SMPN 1 dan SMPN 3 Todanan serta SMPN 1 dan SMPN 4 Randublatung serta SMP di wilayah Kecamatan Cepu.

Pengumuman kelulusan dilakukan tertutup dan serentak dimulai sekitar pukul 10.00. Pihak sekolah mengundang orang tua siswa ke sekolah. Sebelum dibagikan amplop berisi pengumuman hasil UN siswa, para orang tua siswa diberi pengarahan terkait dengan hasil UN.

Sri Widodo mengatakan, siswa yang tidak lulus UN diberi kesempatan lulus sekolah dengan mengikuti UN Paket B. (H18-71)

Hasil Pemilu Legislatif Tak Berubah

BLORA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora tak perlu lagi memikirkan hasil pemilihan umum (pemilu) legislatif. Lembaga yang diketuai Moesafa itu kini bisa lebih fokus melaksanakan tugas pelaksanaan pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres.

Itu terjadi setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya terhadap perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Daerah Pemilihan IV Blora.

Sidang dengan agenda putusan tersebut digelar MK, Jumat (19/6), di Jakarta. Implikasi dari putusan tersebut, hasil pemilu legislatif di Blora beberapa waktu lalu dipastikan tidak ada perubahan. ’’Putusan PHPU oleh MK memang seperti itu. MK menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,’’ ujar Ketua KPU Blora Moesafa, kemarin.

Sebagaimana diberitakan, PDI-P Blora mendaftarkan gugatan ke MK. Gugatan yang disampaikan melalui DPP PDI-P di Jakarta itu diajukan karena partai tersebut menilai terdapat perbedaan jumlah suara antara hasil rekapitulasi KPU dan rekapitulasi internal partai.(H18-69)




Senin, 22 Juni 2009

Lulus UN, dua siswi keliling alun-alun

BLORA - Ada ada saja cara sejumlah pelajar meluapkan kegembiraan setelah dinyatakan lulus dalam ujian nasional (UN). Salah satunya yang dilakukan kedua pelajar SMPN 5 Blora ini. Setelah dinyatakan lulus kedua siswi itu melakukan aksi dengan berlari mengelilingi Alun-Alun kota Blora sebanyak lima kali putaran.

Meski siang itu sinar matahari begitu menyengat tubuh, Ina Marlendra Halim Rucitra Rani Siregar dan Astuti Handayani dengan semangat dan beriringan mengitari alunalun. Aksi keduanya tak hayal membuat perhatian beberepa pengguna jalan yang kebetulan lewat lokasi itu.

”Senang Mas akhirnya bisa lulus, sebab soal ujian susahsusah, akhirnya ya lari puter alun-alun berdua,” kata Ina yang masih ngos-ngosan karena kecapekan dan kepanasan. Sementara itu Astuti kepada Wawasan mengatakan, sebenarnya tidak ada rencana atau nadar untuk mengelilingi alun-alun.

”Awalnya, kami hanya ngobrol ringan saja, guyonan kalau lulus akan muter alunalun lima kali. Eh teryata lulus ya, habis pengumuman langsung deh lari,” kata Astuti yang sudah menjadi teman Ina sejak kelas 2 SD di Mlangsen ini.

Pilihan beda

Keduanya memang tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Dengan masih memakai seragam dan topi di kepala, Ina dan Astuti berkeinginan untuk melanjutkan sekolah lagi. Namun kali ini keduanya memilih jalan beda. Ina berkeinginan melanjutkan di STM.

”Rencananya akan mendaftar di STM Muhammadiyah saja, soalnya daftar di negeri pasti tidak diterima. Lagian di STM Muhammadiyah ada Tapak Sucinya,” tutur Ina yang berpostur kecil mungil ini. Kalau Ina lebih memilih STM, Astuti lebih sreg melanjutkan di SMA. ”Nanti mendaftar di SMA saja, pilihannya mungkin SMAN 2 Mas, semoga saja nanti diterima,” kata Astuti. K.9-ip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar